Kamis, 09 Januari 2014

Cây Ma

Suatu pagi di sebuah desa di pedalaman Vietchan, desa tersebut selalu terasa sejuk, penuh dengan pepohonan, dan burung-burung kecil selalu bernyanyi di pagi hari. 

Cho Nam dan kekasihnya Mei Lan adalah sepasang kekasih yang tinggal di desa tersebut. Mereka sangat mensyukuri anugerah dari Tuhan akan alam yang sangat indah di desa mereka. Cho Nam berniat ingin menikahi Mei Lan, Cho Nam pun mengajak Mei Lan ke rumahnya untuk dikenalkan kepada kedua orang tuanya.

Sampai di rumah Cho Nam, Cho Nam menceritakan masa kecilnya pada Mei Lan. "Dulu saat aku masih kecil aku sering bermain di hutan belakang rumahku ini" Kata Cho Nam sambil menunjuk ke hutan di belakang rumahnya. "Aku ingin menunjukan sesuatu kepadamu Mei Lan" Kemudian Cho Nam mengajak Mei Lan ke dalam hutan tersebut.

Tidak jauh dari rumah tersebut Cho Nam mengajak Mei Lan menuju sebuah pohon besar dengan lubang di tengah bawah pohon tersebut. 
"Pohon apa ini?" Kata Mei Lan. 
"Inilah yang mau aku ceritakan padamu, ini adalah pohon tempat dimana aku dan teman-teman masa kecilku bermain. Aku sering masuk ke dalam lubang itu dan bermain rumah-rumahan disana, aku juga sering bermain layaknya si raja hutan disini" cerita Cho Nam. 
"Namun, ada suatu ketika dimana pohon ini memiliki kenangan yang 
 menyeramkan... "




***

Dua puluh tahun yang lalu...

"Hey ayo sini kejar aku kalau kau bisa" kata seorang anak sambil berteriak
"Awas kau akan ku tangkap" Sahut anak yang lain.
"Coba saja kalau kau bisa menangkapku, Cho Nam"

Ketika itu, saat masih usia 7 tahun Cho Nam dan teman-temannya sedang bermain di dalam hutan. Mereka asik bermain bajak laut. Kemudian mereka memasuki sebuah lubang dimana lubang tersebut berada di tengah bawah sebuah pohon besar.

"Hey lihat aku menemukan sesuatu" kata salah satu teman Cho Nam.

Kemudian mereka masuk ke dalam lubang itu dan mereka menemukan banyak sekali makanan-makanan. Mereka malah memakan makanan itu padahal mereka tidak tahu itu milik siapa, mereka juga malah mengotori lubang tersebut dengan sampah makanan yang mereka makan.

Tiba-tiba saja terdengar suara wanita berteriak mengerikan.
"Hey kaliaaaan!!! Kalian apakan makanan ku????!!!!"

Lalu muncul sosok wanita mengerikan dari dalam lubang itu, langsung saja anak-anak tersebut berlarian keluar  dari lubang di dalam pohon besar.
Ternyata wanita itu adalah " Cây Ma"

Cây Ma adalah hantu penjaga pepohonan yang ada di hutan, menurut legenda mereka menjaga kesuburan hutan di daerah Vietchan. Masyarakat percaya dan menghormati keberadaan mereka dan selalu memberikan mereka sesajen di tempat tertentu.

"Kalian ini manusia jahat! Kalian tidak lihat, manusia baik yang menghormati kaum kami sudah susah payah membuat makanan ini demi kami? Kaum kami juga sudah membantu kaum manusia untuk menyuburkan hutan, SEKARANG INI BALASAN KALIAN? MALAH MERUSAK ALAM YANG SUDAH KAMI JAGA?"

Sang Cây Ma pun merasa marah akan perlakuan anak-anak tersebut. Menurut  Cây Ma anak-anak yang sering bermain di hutan sering sekali merusak hutan, memang benar terkadang Cho Nam dan anak yang lain sering memetik atau merusak dedaunan yang ada di hutan. Anak-anak tersebut menangis dan meminta maaf atas perbuatan mereka.

Akhirnya Cây Ma memaafkan mereka dengan syarat mereka harus menjaga hutan dan tidak merusaknya lagi. Anak-anak itu pun setuju dan saat itu mereka sudah jarang sekali main di dalam hutan.


***


"Itulah kisahku" Kata Cho Nam

Mei lan pun nampak tertegun. "Kau kenapa Mei Lan?" tanya Cho Nam.

"Ibuku telah meninggal saat usiaku masih 5 tahun, saat itu aku ingat ibuku bercerita kalau ia ingin menjadi Cây Ma. Ia memang senang sekali terhadap keindahan alam. Saat itu aku tidak tahu apa itu Cây Ma, mungkinkah wanita itu ibuku?" Kata Mei Lan 

Cho Nam terkejut mendengar cerita Mei Lan.


***


Cho Nam dan Mei Lan pun menikah. Semua orang di desa itu merasakan kegembiraan mereka. Kemudian setelah pesta pernikahan itu berlangsung diadakanlah pesta yang tidak biasanya.

Cho Nam mengajak para warga desa Vietchan untuk menanam tanaman dan menjaga hutan. Ia membuat pesta berkebun di halaman belakang rumahnya, dan di hutan tempat Cây Ma berada.

Semua warga setuju. Mei Lan pun ikut serta dalam pesta berkebun itu, ia pun ikut juga memberi sesajen pada pohon besar dimana Cây Ma berada.

"Awalnya aku sedih mengapa ibu meninggalkan aku saat aku masih kecil, aku membutuhkan ibu. Namun, kini aku merasa bangga ibu menjadi seorang Cây Ma yang membawa kegembiraan bagi semua orang" Kata Mei Lan saat menaruh sesajen tersebut, kemudian pergi bersama warga lain untuk melanjutkan pesta.



-Tamat-

Penulis : Neka Rusyda Supriatna

Minggu, 05 Januari 2014

The Return of Superman

The Return of Superman adalah Variety Show Korea tentang ayah - ayah yang harus mengurus anak mereka selama 48 jam tanpa istri mereka. Pada acara ini terdapat 4 kontestan ayah yaitu :MC bernama Lee Hwi Jae, aktor Jang Hyun Sung, petarung MMA Choo Sung Hoon, dan penyanyi bernama Tablo


Acara ini sangat seru menurut saya karena kita dapat melihat kekonyolan para ayah beserta tingkah laku lucu dari anak - anak mereka, selain itu efek editan atau tulisan dari acara ini juga membuat kejadian yang ada menjadi sangat kocak.

Di acara ini Lee Hwi Jae memiliki 2 bayi kembar laki-laki (namanya lupa tulisannya), Jang Hyun Sung memiliki 2 anak laki-laki kakak beradik Junu dan Junseo, Choo Sung Hoon memiliki seorang anak perempuan bernama Sarang dan Tablo juga memiliki seorang anak perempuan bernama Haru.

Saya paling suka dengan Sarang dan Haru karena mereka berdua sangat lucu. Sarang selalu bertingkah kocak karena dia masih berusia 4 tahun (sedang lucu-lucunya) sedangkan Haru dia suka dengan ikan & suka dancing ala girlband korea. Pokoknya lucu dan seru :)




Mirror Mirror

Judul  :  Mirror Mirror

Genre : Fantasy

Sinopsis :

Kisah seorang Ratu yang kerajaannya dalam kebangkrutan, kemudian iya ingin menikahi seorang pangeran kaya raya agar kerajaannya tidak kekurangan uang. Sayangnya, pangeran tersebut menyukai anak sang ratu yaitu, Snow White. Ratu pun memerintahkan seorang pegawai istana untuk membunuh Snow White, namun Snow White dibiarkan hidup oleh si pegawai istana tersebut dan Snow White tinggal bersama kurcaci-kurcaci.



Review :

Kisah dalam film ini memang hampir mirip dengan cerita Snow White pada umumnya namun ada perbedaan-perbedaan yang akan kalian temukan di dalam film ini seperti perbedaan tentang si kurcaci, tidak adanya apel beracun, dan Snow White yang tampak seperti ksatria. Ending film ini juga sangat seru, rating film ini menurut saya 8.5/10.

Penulis : Neka Rusyda Supriatna

Cloudy With a Chance of Meatball 2

Judul  : Cloudy With a Chance of Meatball 2

Genre : Animasi

Sinopsis :

Flint dan teman-temannya yang telah berhasil menghentikan mesin pembuat makanan (pada film sebelumnya), harus meninggalkan pulau tempat tinggal mereka lantaran pulau tersebut sudah porak-poranda dengan makanan. Kemudian, munculah Chester V seorang ilmuwan yang merupakan idola Flint. Ia datang menawarkan pekerjaan pada Flint untuk bergabung di perusahaannya yang bernama LIVE Corp. Suatu ketika, Flint diperintahkan untuk kembali ke pulau tempat iya tinggal dulu untuk menuntaskan misi rahasia namun sayangnya Flint malah mengajak semua rekan-rekannya terdahulu untuk pergi bersama ke pulau tersebut. Namun, ternyata pulau tersebut telah berubah menjadi pulau yang berpenghuni makhluk perpaduan antara makanan dengan hewan.



Review :

Film ini sangat seru, saya sangat suka dengan visualisasi yang kreatif menciptakan karakter animasi memadukan hewan dengan makanan. Apalagi ada beberapa makhluk yang sangat mengemaskan, seperti marshmellow dan berry (menurut saya). Film ini lagi-lagi mengajarkan kita untuk selalu bekerja sama, percaya pada teman, ditambah dengan jangan mudah percaya pada orang yang belum kita kenal dekat walaupun iya idola kita sekalipun. Rating untuk film ini 8/10.

Penulis : Neka Rusyda Supriatna

The Odd Life of Timothy Green

Judul  : The Odd Life of Timothy Green

Genre : Fantasy

Sinopsis :

Kisah sepasang suami istri yang mendambakan kehadiran seorang anak di dalam keluarga mereka. Mereka akhirnya menuliskan semua keinginan mereka tentang "anak impian" mereka di sebuah kertas kemudian menguburnya dengan peti di halaman belakang rumah. Lalu munculah Timothy, seorang anak yang lahir dari tanah halaman belakang rumah mereka.



Review :

Film ini awalnya sekilas mirip dengan cerita timun mas, karena anak mereka tumbuh seakan-akan dari tanaman namun ternyata alur ceritanya berbeda. Cerita film ini sangat menyentuh dan memiliki pesan yang dalam tentang kekeluargaan, dimana keluarga itu harus saling mendukung disaat senang maupun susah. Timothy memiliki daun di kakinya, namun lama-kelamaan daun itu akan rontok dengan sendirinya dan..... (tonton sendiri :P )
Film ini sangat cocok ditonton saat weekend atau liburan dengan keluarga, ratingnya menurut saya 8/10.


Penulis : Neka Rusyda Supriatna


Kamis, 02 Januari 2014

Ultah dan snowbay



Kamis, 2 Januari 2014

Hari itu saya dan Apin (pacar) berencana pergi ke snowbay. kami ke snowbay dalam rangka liburan dan ngerayain ulang tahun si Apin. Kami pun berangkat dari pagi karena takut macet di jalanan tapi Alhamdulillah jalanan pagi itu lumayan lancar-lancar aja. Kami pun sampai di TMII sekitar pukul 9-an. Kami membayar tiket masuk sebesar  10rb/org utk pejalan kaki. Kemudian saat sampai di dekat depan pintu masuk snowbay kita shock melihat banyak banget mobil yang udah parkir di sana. Lebih shock lagi pas udah sampai di depan pintu masuk ternyata rame banget orang - orang disana, maklum masih suasana liburan tahun baru.

Kami pun mengantri, saat sedang mengantri tiba-tiba ada sekumpulan anak muda yang menjadi “calo” tiket.
Anak muda : “Kak mau berenang ya?”
Saya : “Iya”
Anak muda : “Ini kak kami mau menawarkan tiket seharga 100rb, teman kami gak dateng 1 orang sayang tiketnya bla bla bla... “
Saya : “Oh maaf, nggak (nolak)”

Mereka menawarkan 1 tiket seharga 100rb, lebih murah memang karena tiket snowbay sekarang naik menjadi : weekday 120rb dan untuk weekend / hari liburan 150rb. Tapi saya nolak soalnya saya juga mau bayar pakai credit card BNI yang dapet diskon 40% malah lebih murah jadi 90rb doang.

Saat sedang mengantri tiba-tiba ibu-ibu dibelakang saya dan apin bilang “lama banget sih”, kagak sabaran emang tuh ibu-ibu. Terus saya ngelirik ke arah loket di kanan saya dan menemukan tulisan “FREE : Untuk yang ulang tahun hari ini”, saya langsung excited nunjuk dan ngasih tau apin kalau ada birthday pass itu karena pas banget emang apin lagi ultah. Pas sampai di loket apin cuma nunjukin KTP aja dan dia gratis masuk snowbay. Beruntung banget :)

Terus kita masuk snowbay, makan roti dulu, ganti baju, terus berenang deh. Kita berenang di kolam arus dulu. Kolam arus hari itu tuh tumben banget berarus kenceng kayak berombak-ombak jadi seru banget sambil naik ban kebawa arus kayak arung jeram. Kolam ombak juga gak kalah seru rame banget sama kumpulan manusia, ombaknya juga lebih seru kayaknya lebih lama mungkin karena lagi banyak pengunjung. Kami juga naik perosotan dan kami kaget saat melihat ada nenek-nenek yang naik perosotan itu sama cucu-nya kayaknya, nenek itu keliatannya pasrah banget diatas ban turun dari perosotan hehe kocak pokoknya ( maaf ya nenek ^_^V )

Habis itu kita nyari - nyari kolam spa yang katanya nyediain air panas. Habis setiap ke snowbay gak pernah nemu dimana hot spa-nya. Alhasil kemarin kami nemuin dimana letak hot spa dan enak banget anget, cuma si apin gak kuat panas lucu banget.

Habis itu kita main di kolam sebelah hot spa disana kita liat ada anak kecil mainan pakai semacam papan biru dari karet (itu punya snowbay-nya) , dan dia bisa ngambang di air pakai papan itu, keliatannya seru tuh. Pas anak kecil itu pergi saya ambil aja papan itu dan nyoba naikin sama apin gantian tapi karena badan kami gede jd susah hehe, papannya juga dari karet gitu jadi lentur. Alhasil kami berhasil naik itu papan (gantian) dan tidur-tiduran santai di atas air, seruuuu banget pokoknya.

Pas hari udah siang menjelang sore kami selesai berenang dan makan di CFC sebelah snowbay. Setelah itu kita naik angkot S15A yang untung aja ada, karena menurut cerita supirnya siang tadi TMII lagi macet banget dan angkot pada gak ada yang narik/jalan sampai ujung TMII. Alhamdulillah banget deh itu. Terus habis dari snowbay kita ke cilandak mall, si apin mau nraktir KFC float hehe. saya pesan yang tropical dan dia pesan yang grape.

Saat sudah sore hari kami pulang, saya bersyukur hari itu sangat seru dan banyak keberuntungan yang Allah kasih untuk kami :)

Sabtu, 26 Oktober 2013

WENT TO TELECOMMUNICATION MUSEUM

WENT TO TELECOMMUNICATION MUSEUM 
 By  Neka Rusyda Supriatna (1206251225)



            On October, 24, I (Neka) , Khalista, Adinda, and Iftakhul went to “Taman Mini Indonesia Indah”. We went by public transportation after class. We wanted to visit telecommunication museum. We visited it because we had one task from our lecturer to visited museum and made a story about our trip. We went by public transportation numbered 19 from Depok to Taman Mini Indonesia Indah (TMII).



            After one hour, we arrived at TMII. We entered TMII and paid admission fee at the price of Rp 9.000,- for weekday. If we came on weekend the admission fee was Rp 10.000,- . After that, we walked to telecommunication museum which located at the right of the TMII’s entrance. To entered that museum we paid admission fee again at the price of Rp 2000,- . It was cheaper than TMII’s admission fee.

            Next, we entered the first room of telecommunication museum. At the first room, we could find some old telephone. We could touch and play it. We were amazed to play and saw many old telephones. After that, we went to other room. In the middle of museum building we found Indonesian island miniature. We saw many old telephones too but telephones in the middle museum were placed in showcase.



            Next, we were up to the second floor. At the second floor, we found some telephone cards and scheme of telecommunication network in Indonesia. We saw satellite miniature too. After that we saw the mannequin who gave example of how to made telephone. Unfortunately, we didn’t up to the third floor because the air was so hot. So we down to the first floor again.
           
        As long as we in the telecommunication museum, we saw many breakdowns on the building or properties. I saw broken roof, broken lamp and broken cables. The broken cable caused some props could not be used anymore. The broken roof also made leaks when the rain came. It made the building's floor wet because flooded from rain drop.



        A lot of information we could get from the telecommunication museum but unfortunately because of the building and the props were damaged, the visitors who came to the museum be decreased. After finished visit telecommunication museum, we took some photos together. When afternoon came, we went at home. Khalista went home by public transportation to Pondok Gede, while I, Adinda and Iftakhul went home to Depok. We were happy went to telecommunication museum. We said, we wanted to come to other museum or other recreation place at TMII when holiday, soon.